Tentang Kami
Terakhir diperbarui: 20 Juli 2026
berhentipmo.com dikelola oleh Tim IronWill — tim kecil independen yang membuat aplikasi IronWill, sebuah pelacak streak dan pemblokir situs porno untuk Android dan iOS. Kami bukan klinik, bukan media kesehatan besar, dan bukan lembaga keagamaan.
Kami membangun IronWill karena alat yang ada terasa menghakimi, penuh iklan, atau gampang dilewati dalam lima detik. Situs ini adalah bagian edukatif dari pekerjaan itu: menjawab pertanyaan yang benar-benar ditanyakan orang Indonesia tentang berhenti PMO, dengan bahasa yang tidak mempermalukan siapa pun.
Bagaimana artikel di sini dibuat
Kami terbuka soal ini: artikel di blog kami disusun dengan bantuan AI, lalu dijalankan di atas satu aturan redaksi tetap yang kami tulis sendiri dan bisa kamu baca di bawah. Topiknya tidak dipilih acak — semuanya berasal dari rencana konten yang kami susun dari pertanyaan nyata di komunitas pemulihan Indonesia, ulasan pengguna aplikasi, dan data pencarian.
Yang tidak kami lakukan: menerjemahkan mentah-mentah artikel dari bahasa lain. Setiap tulisan disusun langsung dalam Bahasa Indonesia, dengan kosakata yang memang dipakai orang di sini.
Aturan redaksi kami
- Tidak ada statistik karangan. Angka hanya kami tulis kalau sumbernya bisa ditelusuri, dan sumbernya kami cantumkan di bagian Rujukan di akhir artikel.
- Tidak ada testimoni palsu. Kami tidak pernah membuat cerita pengguna fiktif. Kalau kami menulis "banyak orang melaporkan", artinya itu memang pola yang umum dilaporkan di komunitas pemulihan — dan kami menyebutnya begitu, bukan sebagai temuan ilmiah.
- Tidak ada kutipan studi yang tidak ada. Kami lebih memilih tidak mengutip apa pun daripada mengarang nama peneliti atau jurnal.
- Klaim medis dijaga tetap umum. Kami menjelaskan mekanisme yang sudah mapan (misalnya adaptasi sistem reward otak) tanpa berpura-pura mendiagnosis kondisimu.
- Konten keagamaan ditulis dengan hormat. Kami hanya mengutip ayat dan hadis yang umum dikenal dan bisa diverifikasi, dan merangkum panduan yang sudah diterbitkan lembaga seperti MUI — kami tidak mengeluarkan fatwa sendiri.
- Kambuh tidak pernah kami bahas dengan nada mempermalukan. Rasa bersalah adalah pemicu kambuh berikutnya, bukan obatnya.
Apa yang belum kami punya
Kami ingin jujur soal batasnya: artikel di situs ini belum ditinjau oleh psikolog atau tenaga klinis berlisensi. Kalau nanti sudah, nama dan kredensial peninjaunya akan kami cantumkan langsung di bawah judul artikel yang bersangkutan — bukan sebagai klaim umum di halaman ini.
Sampai saat itu, anggap tulisan di sini sebagai penjelasan dari sesama orang yang menggarap masalah ini serius, bukan sebagai nasihat medis.
Kalau kamu butuh bantuan sekarang
Kalau dorongannya terasa tidak terkendali, mengganggu sekolah, kerja, atau hubunganmu, atau muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri, tolong hubungi tenaga profesional — bukan artikel blog.
- Layanan konseling jiwa Kemenkes (SEJIWA): hubungi 119, lalu tekan 8.
- Psikolog atau psikiater di Puskesmas dan rumah sakit daerah — banyak di antaranya tercakup BPJS Kesehatan.
Koreksi dan kontak
Kalau kamu menemukan sesuatu yang keliru, tidak akurat, atau terasa menyesatkan di situs ini, tolong beri tahu kami di andevstudioth@gmail.com. Kami memperbaiki artikel yang salah dan mencantumkan tanggal pembaruannya, bukan menghapus jejaknya diam-diam.